Oleh : Oleh :
Ustd Sapar Mulyadi
Ketua Dewan Pengawas
Syariah Laz Lidzikri
Dalam pandangan Islam, kebahagiaan sejati dan ketenangan hidup justru terletak pada keberkahan bukan pada kemewahan. Berkah (barokah) berarti bertambahnya kebaikan, langgengnya kebaikan dan kemudahan dalam segala aspek kehidupan.
Hidup yang berkah bukanlah hidup tanpa masalah, melainkan hidup yang di setiap tantangannya selalu ada pertolongan Allah, di setiap rezekinya selalu terasa cukup kehadirannya bermanfaat bagi orang lain, serta di setiap aktivitasnya bernilai ibadah. Itulah indikator dari kehidupan yang berkah. Dalam Al-qur’an kata berkah disebut oleh Alloh SWT., dalam surat Al-‘Arof ayat 96 yang berbunyi :
وَلَوۡ اَنَّ اَهۡلَ الۡقُرٰٓى اٰمَنُوۡا وَاتَّقَوۡا لَـفَتَحۡنَا عَلَيۡهِمۡ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالۡاَرۡضِ وَلٰـكِنۡ كَذَّبُوۡا فَاَخَذۡنٰهُمۡ بِمَا كَانُوۡا يَكۡسِبُوۡنَ
Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai apa yang telah mereka kerjakan.” [Q.S al-A’raf : 96]. Dalam ayat tersebut Alloh SWT., menjanjikan keberkahan yang melimpah bagi penduduk sebuah negeri yang ber iman dan bertaqwa. Adapun hal lain yang bisa mendatangkan keberkahan
Pertama, memperbanyak istighfar. Memohon ampunan (istighfar) dan berdo’a kepada Alloh SWT secara rutin dapat mendatangkan kemudahan dan keberkahan dalam segala urusan. sebagaimana firman Alloh dalam surat Nuh : 10-12
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ
Maka, aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun
يُّرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًاۙ
(Jika kamu memohon ampun,) niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu
ويُمْدِدْكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ جَنّٰتٍ وَّيَجْعَلْ لَّكُمْ اَنْهٰرًاۗ
memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.”
Kedua, bersedekah. Sedekah tidak akan mengurangi harta, justru akan menambah berkah dan ampunan Alloh. Berbuat baik kepada sesame membuka pintu keberkahan dalam hidup. Alloh berfirman dalam surat al-Baqoroh:261
مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.
Ketiga, Membaca al-Qur’an. Kehadiran Al-Quran dalam hidup manusia merupakan berkah, hal ini disebut dalam Al-Quran surat Shad ayat 29
كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوْٓا اٰيٰتِهٖ وَلِيَتَذَكَّرَ اُولُوا الْاَلْبَابِ
(Al-Qur’an ini adalah) kitab yang Kami turunkan kepadamu (Nabi Muhammad) yang penuh berkah supaya mereka menghayati ayat-ayatnya dan orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.
Keempat, Bersyukur, qona’ah dan juhud. Orang yang senantiasa bersyukur, merasa cukup dengan yang ada (qona’ah) dan lebih mementingkan kehidupan akhirah daripada kesenangan dunia (juhud) akan merasakan kebahagiaan karena kebahagiaan diukur dari keberkahan, bukan kemewahan.
Kelima, Memanfaatkan bulan penuh berkah/Romadhon.Bulan Ramadhan memiliki banyak keberkahan, keutamaan dan berbagai keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya. Diantara keberkahan bulan Ramadhan adalah dihapusnya dosa dan kesalahan, terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu lailatul qadar, dibukanya pintu-pintu Syurga, ditutupnya pintu-pintu neraka dan syetan-syaitan dibelenggu. Sedangkan dalam riwayat an-Nasa-i dan Imam Ahmad terdapat tambahan: “Telah datang kepadamu Ramadhan, bulan yang penuh barakah.”
Keenam, menjaga dari yang haram. Ketaatan kepada Alloh SWT adalah kunci memperoleh keberkahan. Menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya akan membuka pintu-pintu kebaikan dalam hidup. Sebagaimana firman Alloh berikut :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman, makanlah apa-apa yang baik yang Kami anugerahkan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu benar-benar hanya menyembah kepada-Nya. (albaqoroh 172) Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang sehat, aman dan tidak berlebihan, dari yang Kami berikan kepada kamu melalui usaha yang kamu lakukan dengan cara yang halal. Dan bersyukurlah kepada Allah dengan mengakui bahwa semua rezeki berasal dari Allah dan kamu harus memanfaatkannya sesuai ketentuan Allah jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.
بَقِيَّتُ اللّٰهِ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ ەۚ وَمَآ اَنَا۠ عَلَيْكُمْ بِحَفِيْظٍ
Apa yang tersisa (dari keuntungan yang halal) yang dianugerahkan Allah lebih baik bagimu jika kamu orang-orang beriman. Aku bukanlah pengawas atas dirimu.” (Hud 86) Wasiat Nabi kepada Ali RA,
القليل من الحلال يبارك فيه والحرام الكثير يذهب ويمحقه الله تعالى
Sesuatu yang halal walaupun sedikit akan mendatangkan keberkahan, dan yang haram sekalipun banyak akan hilang dan akan Alloh musnahkan. Oleh karena itu, ingatlah bahwa seluruh kebaikan atau keberkahan berasal dari Alloh bukan dari yang lain. Allah Ta’ala berfirman,
بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
”Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu” (QS. Ali Imron: 26).
Akhirnya Semoga kita semua dimudahkan oleh Allah SWT untuk menjalani kehidupan yang penuh berkah, ketenangan, dan bermanfaat bagi orang lain dengan senantiasa mengamalkan setiap perintah-Nya dan menjauhi Larangan-Nya agar kehidupan kita berada dalam keberkahan.